MOTIVASI SISWA DALAM MEMANFAATKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELIN DI SMPN 10 PEKANBARU

MOTIVASI SISWA DALAM MEMANFAATKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELIN DI SMPN 10 PEKANBARU

Erni, S.Pd

Ernibk77@gmail.com

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi siswa dalam memanfaatkan layanan Bimbingan Konseling. Jenis penelitian ini adalah deskriprif. Penelitian ini dilakukan di SMPN 10 Pekanbaru, yang menjadi populasi penelitian ini adalah kelas VII sebanyak 105 siswa dan sampel penelitian sebanyak 64 siswa. Instrumen dalam penelitian ini kuesioner atau angket. Hasil penelitian ini secara umum tingkat persentase sebanyak (71,83%) siswa menyatakan mereka memanfaatkan layanan konseling individual termotivasi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, dan siswa yang menyatakan sebaliknya rendah sebanyak (28,16%).

Kata Kunci: Motivasi, Layanan Bimbingan dan Konseling, Memanfaatkan

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine the motivation of students in utilizing Counseling Guidance services. This type of research is descriptive. This research was conducted at SMPN 10 Pekanbaru, the population of this study was class VII as many as 105 students and the research sample was 64 students. The instrument in this study was a questionnaire or questionnaire. The results of this study were in general the percentage level (71.83%) of students stated that they used individual counseling services motivated by intrinsic and extrinsic factors, and students who stated otherwise were low (28.16%).

Keywords: Motivation, Guidance and Counseling Services, Utilizing

 

 

  1. PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah

Kunci  pembangunan masa mendatang bagi bangsa indonesia ialah pendidikan, sebab lewat perolehan pendidikan diharapkan setiap individu dapat meningkatkan kualitas keberadaannya, dan mampu berpartisipasi dalam gerak pembangunan. Pendidikan adalah usaha untuk memberikan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan peserta didik serta proses perubahan sikap dan perilaku melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Fungsi nyata dari pendidikan diantaranya adalah “ sebagai modal penting dalam menentukan mata pencaharian dapat mengembangkan potensi demi pemenuhan kebutuhan pribadi dan pengembangan masyarakat, melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, membentuk kepribadian”. Salah satunya yaitu melalui Bimbingan dan Konseling. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari proses pendidikan. Didalam peraturan pemerintah No 29 tahun 1990 di gariskan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan.

Tujuan umum pelayanan bimbingan dan konseling adalah sama dengan tujuan pendidikan, sebagaimana dinyatakan dalam pasal 1 ayat (1) tentang sistem pendidikan nasioal, yaitu mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam mencapai tujuan tersebut di harapkan siswa memperoleh berbagai jenis layanan. Adanya kesadaran hal tersebut dapat memotivasi siswa dalam memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Motivasi yang di wujudkan dapat mempengaruhi faktor-faktor lain yang akan di ungkapkan oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini. Hasil dari penemuan faktor-faktor tersebut maka dapat memberikan masukan kepada pihak-pihak yang terkait, sehingga pemanfaatan layanan bimbingan dan konseling oleh siswa dapat di tingkatkan dari sebelumnya. Hasil dari survei yang telah penulis lakukan, bahwa fenomena yang terjadi dilapangan adalah bahwa di SMPN 10 Pekanbaru memiliki guru pembimbing, ruang BK yang memadai. Dan disekolah tersebut guru pembimbing memiliki jam masuk kelas, dengan jam masuk kelas itulah guru pembimbing dapat memberikan berbagai macam jenis layanan sehingga siswa siswinya dapat menerima layanan BK dengan rutin setiap minggunya.

Siswa – siswi di SMP itupun mengenal baik guru pembimbingnya dan senang menerima semua materi layanan yang diberikan, merekapun sangat tertarik untuk memanfaatkan segala macam jenis layanan yang diberikan. Selain untuk pengetahuan yang luas maupun untuk dapat bersosialisasi yang lebih baik lagi terhadap teman – teman dan masyarakat.

Menurut informasi dari pihak sekolah, tidak sedikit ditemukan siswa yang menemui guru pembimbingnya, ini dikarenakan guru pembimbing mampu menarik perhatian siswa terhadap semua layanan yang diberikan dan menjalin keakraban. Disamping itu di SMP tersebut juga menyediakan ruangan BK tersendiri, sehingga siswa yang ingin berkonsultasi dapat menjadi lebih nyaman.

Melihat fenomena yang terjadi, maka peneliti tertarik untuk meneliti sejauh mana “Motivasi siswa dalam memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling di SMPN 10 Pekanbaru”. Khususnya Layanan Konseling individual.

  1. Batasan Masalah
  1. Penelitian ini diadakan di SMPN 10 Pekanbaru
  2. Fokus penelitian adalah motivasi intrinsik (minat dan rasa senang siswa dalam memanfaatkan layanan BK) maupun motivasi ekstrinsik (dorongan yang berasal dari guru pembimbing, keluarga, dan fasilitas sekolah yang mendukung).
  3. BK memiliki 10 jenis layanan dan 6 kegiatan pendukung, fokus penelitian ini adalah memanfaatkan layanan konseling individual.
  4. Siswa yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 10 Pekanbaru.
  1. Rumusan Masalah

Berkaitan dengan pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana motivasi siswa dalam memanfaatkan konseling individual di SMPN 10 Pekanbaru”.

  1. Tujuan Penelitian
  1. Untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat motivasi intrinsik siswa kelas VII SMPN 10 Pekanbaru dalam memanfaatkan layanan konseling individual di sekolah.
  2. Untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat motivasi ekstrinsik siswa kelas VII SMPN 10 Pekanbaru dalam memanfaatkan layanan konseling individual di sekolah.
  1. Manfaat Penelitan
  1. Bagi Siswa

Hal ini merupakan bantuan yang diberikan agar siswa dapat mengembangkan ilmu, khususnya dalam bidang bimbingan dan konseling di sekolah

  1. Bagi Guru Pembimbing

Dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam pelakasanaan BK di sekolah untuk meningkatkan pemanfaatan layanan BK di sekolah. Sehingga pemanfaatan layanan BK di sekolah itu akan lebih meningkat dari sebelumnya.

  1. Bagi Sekolah

Menjadi bahan kajian dalam melaksanakan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Dalam kegiatan layanan konseling tersebut, perlu didukung oleh pihak sekolah, baik melalui fasilitas yang diberikan untuk layanan itu, maupun pendekatan yang berkoordinasi antara guru pembimbing, wali kelas dan kepala sekolah.

  1. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah maka pertanyaan penelitan yang akan dibahas melalui penelitian ini adalah:

  1. Pada tingkat manakah motivasi intrinsik kelas VII SMPN 10 Pekanbaru dalam memanfaatkan layanan konseling individual.
  2. Pada tingkat manakah motivasi ekstrinsik kelas VII SMPN 10 Pekanbaru dalam memanfaatkan layanan konseling individual.
  1. Definisi Operasional

Motivasi adalah keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan yang bersumber dari dalam diri sendiri maupun dari luar diri.

  1. KAJIAN TEORI
  1. Pengertian Motivasi

Motivasi menurut Suryabrata S dalam Djaali (2009:101) keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan. Greenberg dalam Djaali (2009:101) motivasi adalah proses membangkitkan, mengarahkan , dan memantapkan prilaku arah suatu tujuan. Menurut Djaali (2009:101) motivasi adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan (kebutuhan).

  1. Jenis dan Sifat Motivasi
  1. Jenis Motivasi
  1. Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar, Motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis, atau jasmani manusia, Manusia adalah mahluk berjasmani, sehingga perilaku terpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmani.
  2. Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari, Hal ini berbeda dengan motivasi primer, Sebagai ilustrasi, orang yang akan lapar tertarik pada makanan tanpa belajar. untuk memperoleh makanan tersebut, orang harus bekerja terlebih dahulu, Agar dapat bekerja dengan baik, orang harus bekerja, Bekerja dengan baik merupakan motivasi diri sekunder, Bila orang bekerja dengan baik maka ia memperoleh gaji yang berupa uang. Uang merupakan penguat umum agar orang bekerja dengan baik, Bila orang memiliki uang setelah bekerja dengan baik maka ia dapat membeli makanan untuk menghilangkan rasa lapar, Manusia adalah mahluk sosial prilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor biologis saja, tetapi juga faktor faktor sosial.
  1. Sifat Motivasi

Motivasi dapat bersifat internal, artinya datang dari dirinya sendiri, dapat juga bersifat eksternal, datang dari orang lain, dari guru, orang tua teman, dan sebagainya. Motivasi juga dibedakan atas motif instrinsik dan motif ekstinsik. Motif intrinsik adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Sebagai contoh, seorang siswa yang dengan sungguhsungguhmempelajari mata pelajaran disekolah karena ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya, tetapi didorong oleh keinginan naik kelas atau mendapat ijazah. Motif instrinsik dapat bersifat internal, datang dari diri sendiri, dapat juga bersifat eksternal, datang dari luar motif  ekstrinsik bisa bersifat internal maupun eksternal.

Menurut Uno (2012:7) motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam, seperti minat atau keingintahuan, sehingga seseorang tidak lagi termotivasi oleh bentuk-bentuk insentif atau hukuman. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh keinginan untuk menerima ganjaran atau menghindari hukuman.

Menurut Mujiman (2008:37) motivasi intrinsik adalah dorongan dari dalam diri untuk menguasai sesuatu kompetensi guna mengatasi masalah. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah dorongan dari luar diri untuk menguasai sesuatu kompetensi guna mengatasi masalah.

  1. Pengertian Layanan Konseling Individual

Konseling individual adalah layanan BK yang memungkinkan peserta didik (klien) mendapatkan layanan langsung tatap muka secara perorangan dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi yang dideritanya (Prayitno,2001: 86).

Konseling perorangan merupakan layanan konseling yang diselenggarakan oleh seorang konselor terhadap seorang klien dalam rangka pengentasan masalah pribadinya. Dalam suasana tatap muka dilaksanakan interaksi langsung antara klien dan konselor, membahas berbagai hal tentang masalah yang dialami klien, (Prayitno,2004:1).

  1. METODOLOGI PENELITIAN
  1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, menurut Sutja. Dkk,. (2014:86) penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha menggambarkan keadaan subjek saat itu atau menggambarkan lapangan sebagai mana adanya.

  1. Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah motivasi siswa SMP Negeri 10 Pekanbaru, Anggota populasinya adalah siswa kelas VIII tahun ajaran 2020/2021, jumlah anggota populasinya adalah 105 orang.

Pada penelitian ini,untuk menentukan jumlah sampel dilakukan dengan perhitungan intrapolasi yang berpedoman pada katagori sutja dan populasi diperkirakan homogen. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa populasi memiliki tingkat kelas yang sama. Kemudian guru pembimbing yang juga sama. Dengan demikian diambil sampel untuk siswa sebesar 61,03% adalah sebanyak 64 orang siswa.

  1. Jenis dan Sumber Data

Adapun jenis dan sumber data yang dipergunakan dalam rangka penelitian ini adalah data primer yaitu data yang ditarik secara langsung, sumber data adalah responden yang terdiri dari 64 orang siswa. Data tersebut berupa Motivasi siswa dalam memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling, Data ini dapat diperoleh melui angket.

  1. Alat Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini sebagai alat bantu bagi peneliti  mengumpulkan data yaitu digunakan angket sebagai sebuah daftar pertanyaan atau peryataan untuk mendapatkan data tentang masalah yang akan diteliti . item pertanyaan atau pernyataan penelitian yang nantinya setelah tim dosen dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data.

  1. Teknik Analisi Data

Untuk menganalisi data yang telah diperoleh digunakan teknik analisi persentase. Adapun langkah-langkahnya dengan melakukan pemeriksaan angket yang masuk nantinya setelah itu mentabulasikan hasil item-item dari angket . jawaban angket akan diberi skor 1 untuk jawaban Ya dan 0 untuk jawaban tidak bagi pernyataan positif. Sedangkan pernyataan negatif akan diberi skor 0 untuk jawaban Ya dan 1 untuk jawaban Tidak. mengingat pernyataan dalam angket ada yang positif dan ada yang negatif nantinya dilakukan pengelolahan persentase untuk mendapatkan tingkat persentase Ya dan Tidak, dengan cara Ya positif (+), dan Tidak negatif (-). Dari hasil penjumlahan itu dibagi dua untuk memperoleh persentase. Analisis prosentase menggunakan rumus persentase sebagaimana yang dikemukakan (Sutja. Dkk,. 2014: 113)

P = FN x 100 %

P = persentase yang dicari pada kategori tertentu

F =jumlah prekuensi jawaban

N =jumlah keseluruhan responden

  1. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  1. Deskripsi Data

Berikut ini disajikan deskripsi data hasil penelitian yang telah diungkapkan melalui penyebaran angket . angket berupa angket tertutup dengan skala dikhotomis dengan alternatif jawaban ya dan tidak dan berisi pernyataan siswa tentang motivasi siswa dalam memanfaatkan layanan BK (konseling individual) di SMPN 10 Pekanbaru, seperti disajikan pada tabel dibawah ini.

No Item

Jawaban Responden

 

No Item

Jawaban Responden

Ya

Tdk

Ya

Tdk

1

57

7

64

20

27

37

64

2

63

1

64

21

12

52

64

3

49

15

64

22

57

7

64

4

60

4

64

23

47

17

64

5

59

5

64

24

42

22

64

6

44

20

64

25

60

4

64

7

64

0

64

26

58

6

64

8

63

1

64

27

31

33

64

9

34

30

64

28

34

30

64

10

53

11

64

29

42

22

64

11